Yogyakarta
-- Asia Europe Meeting Culture Ministers' Meeting (ASEM-CMM) ke-5 telah
ditutup. Pertemuan ini ditutup oleh Wakil Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti. ASEM-CMM menghasilkan
kebijakan untuk mengelola warisan budaya, dan akan saling bekerja sama
guna memelihara warisan budaya tersebut.
Wiendu menyatakan, pemerintah Indonesia akan
menjalin kerja sama dengan tiga negara di Eropa, yaitu Estonia, Prancis,
dan Switzerland, guna mengelola warisan budaya antarnegara.
Implementasinya, Indonesia mendapat kesempatan melakukan pameran di
museum yang berada di ketiga negara Eropa itu. Benda-benda yang akan
mendapat kesempatan untuk dipamerkan adalah benda-benda yang telah
diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
"Mereka sangat menyarankan untuk memamerkan
wayang, batik, dan angklung untuk Indonesia," ungkap Wiendu, Rabu siang
(19/9). Pertukaran pengetahuan bidang manajemen warisan budaya pun akan
dilakukan. "Untuk Perancis, mereka akan mengirimkan ahli-ahli manajemen
permuseuman supaya melakukan bimbingan teknis untuk kita," jelas
Wiendu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menjadi
penyelenggara, dan tuan rumah untuk bimbingan teknis ini.
Pertukaran pemuda pelestari budaya juga termasuk
dalam implementasi kerja sama tersebut. "Kita akan mengirimkan pegawai
kita untuk mengambil master bidang manajemen permuseuman," terang
Wamendikbud menambahkan. (GG)

